Warga di Kragilan, Pucangan, Kartosuro, Sukoharjo, tersentak ketika mengetahui bahwa Yulianto disangka membunuh orang yang meruapakan pasien pijatnya. Apalagi diketahui jasad korbannya dikubur di pekarangan rumahnya.
Warga mengetahui Yulianto hanya bisa memijat asal-asalan saja, tapi tidak punya keahlian mengobati penyakit melalui sarana pemijatan. Selama ini warga mengenalinya sebagai penggembala kambing. Karena itulah rumah Yulianto berdekatan dengan kandang kambing-kambing yang digembalakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para tetangga menyebut Yulianto sebagai lelaki yang pendiam, bahkan cenderung tertutup. Dia sangat jarang berkumpul dengan warga sekitar. Bahkan istri dan ketiga anaknya juga dilarang bergaul dengan tetangga. Jika dia mengetahui anak dan istrinya melanggar larangannya tak jarang dia melakukan kekerasan.
"Yulianto sering memukuli istri dan anak-anaknya, hanya karena masalah sepele saja. Orang pendiam tapi suka bertindak kasar dengan main pukul. Bahkan kami pernah mengetahui di tangan istrinya pernah ada luka seperti luka sundutan rokok," ujar salah seorang tetangga.
Ketua RT setempat juga membenarkan penjelasan warga. Suparman, ketua RT, mengetakan sejak remaja Yulianto memang pendiam dan jarang bergaul. Ketertutupan itu semakin menjadi semenjak dia menikah dengan Sri Mulyati, beberapa tahun lalu.
dan jarang bergaul. Hanya saja, sikap tertutupnya makin menjadi sejak berkeluarga. "Kalau dulu ya berteman, tapi hanya dengan orang-orang tertentu. Kasarannya, hanya yang cocok saja dijadikan teman, kalau tidak ya tidak," paparnya.
(djo/djo)











































