Yulianto, Penggembala Kambing Yang Suka Bertindak Kasar

Pembunuhan Berantai di Solo

Yulianto, Penggembala Kambing Yang Suka Bertindak Kasar

- detikNews
Senin, 23 Agu 2010 16:57 WIB
Solo - Nama Yulianto, tukang pijat yang sedikitnya telah membunuh dua orang, kini menjadi bahan pembicaraan secara luas. Tetangga sekitar tempat tinggalnya lebih mengenalnya sebagai penggembala kambing yang suka melakukan ritual klenik. Dia juga dikenal tertutup dan tak jarang menyakiti anak istrinya.

Warga di Kragilan, Pucangan, Kartosuro, Sukoharjo, tersentak ketika mengetahui bahwa Yulianto disangka membunuh orang yang meruapakan pasien pijatnya. Apalagi diketahui jasad korbannya dikubur di pekarangan rumahnya.

Warga mengetahui Yulianto hanya bisa memijat asal-asalan saja, tapi tidak punya keahlian mengobati penyakit melalui sarana pemijatan. Selama ini warga mengenalinya sebagai penggembala kambing. Karena itulah rumah Yulianto berdekatan dengan kandang kambing-kambing yang digembalakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu memang dia dikenal sering melakukan ritual untuk memperoleh ilmu tertentu. Bahkan ada yang pernah menyebut bahwa dia sedang memperdalam ilmu untuk mencari harta karun, tapi kami juga tidak percaya karena hidupnya juga selalu dalam kondisi pas-pasan," ujar Siswanto, salah seorang tetangganya.

Para tetangga menyebut Yulianto sebagai lelaki yang pendiam, bahkan cenderung tertutup. Dia sangat jarang berkumpul dengan warga sekitar. Bahkan istri dan ketiga anaknya juga dilarang bergaul dengan tetangga. Jika dia mengetahui anak dan istrinya melanggar larangannya tak jarang dia melakukan kekerasan.

"Yulianto sering memukuli istri dan anak-anaknya, hanya karena masalah sepele saja. Orang pendiam tapi suka bertindak kasar dengan main pukul. Bahkan kami pernah mengetahui di tangan istrinya pernah ada luka seperti luka sundutan rokok," ujar salah seorang tetangga.

Ketua RT setempat juga membenarkan penjelasan warga. Suparman, ketua RT, mengetakan sejak remaja Yulianto memang pendiam dan jarang bergaul. Ketertutupan itu semakin menjadi semenjak dia menikah dengan Sri Mulyati, beberapa tahun lalu.

dan jarang bergaul. Hanya saja, sikap tertutupnya makin menjadi sejak berkeluarga. "Kalau dulu ya berteman, tapi hanya dengan orang-orang tertentu. Kasarannya, hanya yang cocok saja dijadikan teman, kalau tidak ya tidak," paparnya.

(djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads