Kerangka Pria di Halaman Rumah Tukang Pijat Diduga Bernama Sadiyo

Pembunuhan Berantai di Solo

Kerangka Pria di Halaman Rumah Tukang Pijat Diduga Bernama Sadiyo

- detikNews
Senin, 23 Agu 2010 14:52 WIB
Solo - Selain mayat anggota Kopassus Kopda Santoso, polisi juga menemukan mayat lainnya yang sudah menjadi kerangka di halaman rumah Yulianto, pria yang bekerja sebagai tukang pijat. Kerangka manusia itu diduga Sadiyo yang menghilang sejak 5 tahun lalu.

Informasi yang dihimpun detikcom, Sadiyo memang memiliki persoalan dengan Yulianto, yakni masalah utang-piutang. Diduga, Sadiyo dihabisi karena tidak juga melunasi utangnya terhadap Yulianto.

Polisi Sukoharjo juga memastikan, korban yang diketemukan hari ini berjenis kelamin laki-laki. Polisi juga mendalami kaitan hilangnya Sadiyo dengan keberadaan jasad tinggal kerangka itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemungkinkan Sadiyo dihabisi karena dianggap ingkar membayar hutang. Padahal, Sadiyo telah menyerahkan sertifikat tanahnya sebagai pengganti hutangnya," ujar sumber di kepolisian, Senin (23/8/2010).

Sebelumnya diberitakan, Yulianto diduga melakukan pembunuhan berantai. Dia menghabisi nyawa pasiennya lalu menguburkannya di pekarangan rumah di Dusun Kragilan, Desa Pucangan, Kartosuro, Sukoharjo.

Hingga saat polisi telah menemukan 2 mayat yang dikubur di halaman rumah Yulianto. Mayat pertama dikenali sebagai Kopda Santoso, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro. Jasad Santoso ditemukan Sabtu malam lalu, setelah menghilang selama 14 hari sebelumnya.

Dalam pemeriksaan selanjutnya, ternyata diketahui masih ada korban lainnya. Polisi pun kembali melakukan penggalian di pekarangan rumah Yulianto pada hari ini. Hasilnya, kembali diketemukan mayat korban yang telah menjadi kerangka.
(djo/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini