"SBY tidak pernah menegur saya," ujar Ruhut saat dikonfirmasi detikcom, Senin (23/8/2010).
Menurut Ruhut, apa yang disampaikan olehnya bukanlah merupakan sebuah kesalahan sehingga tidak layak mendapatkan teguran. Ruhut juga menyatakan kalau wacana yang digulirkannya mendapat dukungan dari Sekjen Partai Demokrat yang juga putra SBY, Eddhy Baskoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut mengatakan, dirinya sangat menyayangkan ada anggota Partai Demokrat yang justru menyerang dirinya. Padahal, kata Ruhut, pihak yang menolak wacananya adalah orang-orang yang tidak siap kalah.
"Saya sesalkan di Partai Demokrat ada yang komentar miring, yang mereka tidak sadar mereka menari di atas genderang musuh-musuh politik kita. Yang mana mereka ini orang-orang yang tidak siap kalah," sesal Ruhut.
Sementara itu, terkait ketidakhadirannya pada acara buka puasa bersama di kediaman SBY Senin kemarin, Ruhut memiliki alasan tersendiri. "Aku ini baru pulang dari pemakaman polisi yang ditembak di Sumut," jelasnya.
(ddt/fay)











































