Hingga hari kelima pascaperampokan, tim penyidik Polda Sumut belum menemukan titik terang pengungkapan kasus perampokan bersenjata api tersebut.
Dalam mendukung proses olah TKP, tim Labfor Mabes Polri menurunkan sedikitnya empat anggotanya ke lokasi kejadian, lengkap dengan alat bantu penyidikan langsung dari Jakarta. Tim tersebut menyisir seluruh ruangan di dalam bank hingga ke lantai empat yang sempat diobrak-abrik para perampok.
Selain mencari brankas uang, kuat dugaan pelaku membongkar seluruh ruangan untuk mencari CCTV bank dengan tujuan menghilangkan bukti rekaman yang dapat mempersulit petugas melakukan penyidikan.
Tim Labfor Mabes Polri juga memeriksa bagian pintu bank guna mencari sidik jari pelaku, termasuk dinding kaca depan bank bagian kanan, tempat Briptu Manuel Simanjuntak tewas terkapar bersimbah darah tertembus peluru.
Aksi perampokan CIMB Niaga Cabang Arif Rahman Hakim Medan disaksikan banyak warga. Namun begitu, sejumlah saksi mata mengaku takut memberikan keterangan kepada polisi terkait aksi perampokan dengan alasan faktor keamanan. Padahal keterangan sejumlah saksi mata, dapat membantu proses penyidikan guna mengungkap identitas dan lokasi pelarian para perampok.
Ketakutan ini diakui T Simatupang, seorang saksi mata yang melihat langsung perampokan dari seberang gedung CIMB Niaga, saat peristiwa terjadi Rabu (18/8/2010) lalu.
Menurut Simatupang, ia melihat para perampok bersenjata api masuk ke dalam bank dan keluar membawa tas berwarna biru yang diduga berisi uang nasabah hasil rampokan.
Simatupang bahkan mengaku sempat membuntuti arah pelarian para perampok hingga ke kawasan Kecamatan Medan Tembung menuju arah pesisir Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
“Sebelum naik sepeda motor, perampok terlebih dahulu memasukkan senjatanya ke dalam tas tenis. Kemudian kabur ke arah Denai, lewat pintu tol menuju arah Percut Sei Tuan,” sebut Simatupang.
Minimnya barang bukti di lokasi kejadian menyulitkan tim penyidik mengungkap identitas para pelaku. Tim penyidik Polda Sumut dan tim Labfor Mabes Polri terus melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Akibatnya, CIMB Niaga Cabang Arif Rahman Hakim Medan, terancam tidak dapat melakukan aktivitas perbankan. Padahal rencananya, pihak bank akan mulai beroperasi dan melakukan aktivitas perbankan Senin (23/8/2010) esok.
(rul/lrn)











































