"Bagaimanapun komandan tertinggi diplomasi ada di tangan presiden," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, Andreas Pareira, kepada detikcom, Minggu (22/8/2010).
Hal itu dikatakan Andreas menanggapai pernyataan sejumlah pihak yang justru menyorot kinerja Menlu Marty Natalegawa, ketimbang sikap Presiden SBY terkait lemahnya diplomasi degan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan anggota Komisi I DPR ini, sikap presiden yang lemah itulah yang harus menjadi ukuran. Sementara menlu, sebagai manajer fungsi diplomasi, hanya menindaklanjuti sikap atasannya.
"Oleh karena itu tidak adil kalau melemparkan kesalahan lemahnya diplomasi Indonesia pada menlu. Justru presiden lah yang harus bertanggung jawab terhadap berbagai kasus yang sudah menjadi fenomena 'takluknya' diplomasi Indonesia dihadapan Malaysia," kata dosen pengajar Hubungan Internasional Universitas Parahyangan ini.
Oleh karenanya, kata Andreas, mencuatnya usul pengguliran hak interpelasi oleh DPR tidak berlebihan mengingat lemahnya diplomasi Indonesia selama ini.
"Karena ini menyangkut kedaulatan dan martabat bangsa dan negara di dunia internasional," kata dia.
(lrn/gun)










































