"Daerah Tangerang Selatan itu kan sedang resah menghadapi isu penculikan dan pencurian organ anak. Itu lamban sekali ditangani polisi dan oleh karena itu mereka paranoid, sampai laki-laki yang belum jelas kesalahannya dibakar massa," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, kepada detikcom, Minggu (2/8/2010).
Arist tak terkejut dengan isu penculikan anak di Tengerang Selatan. Arist menuturkan, Komnas PA sudah menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait aksi penculikan di sejumlah wilayah di tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, bukan penculikan biasa yang menghantui warga Tangerang Selatan. Warga was-was kalau organ anak mereka diincar oknum sindikat penjual organ tubuh anak.
"Di Bogor, anak dikembalikan tapi bagian tubuhnya hilang terus dikasih uang Rp 200.000, Di Bekasi anak diculik untuk disodomi terus dikembalikan bersama uang Rp 200.000, di Jawa Tengah anak dikembalikan tanpa organ tertentu dan disumpal di mulutnya uang Rp 1 juta," papar Arist.
Arist berharap polisi memahami keresahan masyarakat dan segera mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi penculikan anak yang mulai marak. Jika tidak ingin kekerasan pembakaran pria di Kresek, Kabupaten Tangerang, terulang, polisi harus bergerak mengamankan warga.
"Polisi jangan terlalu lama mencari bukti. Polisi harus patroli rutin dan menjamin keamanan masyarakat," tutupnya.
Sebelumnya, seorang lelaki tanpa identitas dibakar massa di Kresek, Tangerang, Banten. Lelaki naas ini dibakar massa, Sabtu (22/8/2010), oleh warga yang panik karena ada isu penculikan anak akhir-akhir ini.
(van/rdf)











































