"Itu ide lama sudah ada 5 tahun sebelumnya. Ide konyol, salah besar. Nggak pernah ada bukti, solusi mengatasi kemacetan dengan jalan tol," kata pengamat Transportasi Darmaningtyas kepada detikcom, Sabtu (21/8/2010).
Menurut dia, kemacetan Jakarta dapat diatasi dengan memperbaiki sistem angkutan umum massal dan membangun jalur sepeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmaningtyas mengatakan, jalur sepeda dapat mengurangi para pemakai mobil pribadi.
"Bisa dibangun misalnya jalur sepeda dari Kota-Blok M, Senen, Mangga Dua. Jalurnya khusus dan tidak boleh dilalui sepeda motor. Tidak harus pakai separator, tetapi pengawasannya harus ketat," kata Darmaningtyas.
Dikatakan dia, pembangunan 6 jalan tol hanya untuk kepentingan bisnis semata, bukan kepentingan mengatasi kemacetan.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebelumnya mengatakan pembangunan 6 ruas tol akan dimulai awal Tahun 2011.
Pembangunan 6 ruas tol tersebut akan menelan dana sebesar Rp 40 triliun lebih dengan rincian, Tol Semanan-Sunter sepanjang 17,8 km dengan anggaran Rp 9,7 triliun. Tol Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 km, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 7,3 triliun.
Tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,3 km anggarannya Rp 5,9 triliun. Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 km dengan anggaran Rp 6,9 triliun.
Tol Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 Km dengan anggaran Rp 4,2 triliun. Dan Tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,5 km dengan dana Rp 5,7 triliun.
(aan/ndr)










































