"Hukuman mati tidak sesuai dengan rasa kemanusiaan. Semua berhak hidup, makanya hapus dulu hukuman mati di Indonesia," ujar aktivis HAM Imparsial, Poengky Indarti saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (21/8/2010).
Dengan penghapusan hukuman tersebut di dalam negeri maka Indonesia bisa memiliki modal dosar untuk melobi pemerintah negeri jiran. Jangan sampai, upaya diplomasi selalu putus di tengah jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah awal, Poengky menyarankan Kementerian Hukum dan HAM, Kemlu dan kepolisian berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan ini. Langkah cepat harus dilakukan sebab nyawa rakyat Indonesia menjadi taruhan.
Selain itu, Presiden SBY juga diminta turun tangan dalam proses diplomasi TKI ini. "DPR dan Presiden harus ikut diplomasi, jangan cuman datang dan melihat korban terus pulang," tutupnya.
(mad/ken)










































