Sandi Salamun, sepupu korban mengatakan, peristiwa itu terjadi di perbatasan Desa Sidatan dan Desa Banda Heli, Kecamatan Dulah Utara, Sabtu (21/8/2010) sekitar pukul 07.30 WIT.
"Lokasi kejadiannya nggak jauh dari rumah Ridwan, cuma sekitar 50 meter," kata Sandi saat berbincang dengan detikcom. Bentrokan terjadi antar dua warga Desa Sidatan dan Desa Banda Heli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ridwan ditusuk dan dipukul tanpa bisa melawan. Akhirnya dia terkapar di lokasi," kata Sandi.
Keluarga Ridwan yang mengetahui peristiwa itu sudah berusaha menolong Ridwan. Namun warga Sidatan terus menghalangi. "Kami tidak boleh mengevakuasi korban. Ridwan terkapar di lokasi sekitar dua jam," kata Sandi sedih.
Akhirnya Sandi menghubungi polisi setempat untuk meminta pertolongan. Saat bentrok terjadi, polisi tidak ada di lokasi. Polisi baru datang saat keluarga melaporkan peristiwa itu. Ridwan baru bisa ditolong sekitar pukul 10.00 WIT dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Sampai di rumah sakit ternyata dinyatakan sudah meninggal," kata Sandi.
Sandi mengatakan, selain membunuh Ridwan, warga Desa Sidatan juga mengambil kamera video yang digunakan Ridwan untuk meliput. Padahal saat bertugas, Ridwan memakai ID Pers.
"Waktu di rumah sakit, ID Pers-nya masih menempel," kenang Sandi.
Ditambahkan Sandi, pria 28 tahun itu meninggalkan seorang istri dan satu anak laki-laki yang berusia 3,5 tahun. Saat ini jenazah Ridwan diterbangkan ke Ambon untuk dimakamkan. Keluarga berharap, polisi mengusut kasus ini hingga tuntas.
"Permintaan istri dan orang tuanya, jenazahnya diterbangkan ke Ambon," kata Sandi. (ken/djo)










































