Erlangga Duga Pelakunya Residivis

Perampokan CIMB Niaga

Erlangga Duga Pelakunya Residivis

- detikNews
Sabtu, 21 Agu 2010 09:29 WIB
Erlangga Duga Pelakunya Residivis
Jakarta - Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana menduga pelaku perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara (Sumut), adalah residivis. Sebab, mereka melakukan aksinya dalam situasi tertentu.

"Perampokan itu naik turun kejadiannya. Tapi cenderung naik misalnya dalam situasi menjelang lebaran. Dan itu biasanya dilakukan oleh para residivis," kata Erlangga saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/8/2010).

Menurutnya, seorang residivis akan melakukan kejahatannya secara berulang-ulang. Selain menjelang hari-hari tertentu, perbuatan itu biasanya dilakukan saat pengawasan oleh aparat lemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi semua kemungkinan ada. Bisa jadi aparat yang terlibat, tapi yang sudah desersi (membelot)," lanjut dia.

Aparat TNI/Polri yang masih aktif pun, menurut Erlangga, punya kemungkinan terlibat. Namun, ia tidak mau buru-buru menyakininya meski senjata yang dipakai perampok adalah senjata organik AK-47 dan M-16.

"Kalau senjata bisa diperoleh bisa dari penyelundupan. Saya kira banyak karena peredaranya tidak diawasi," jelas dia.

"Yang jelas mereka penjahat. Mereka adalah pelaku kejahatan dan perlu ditindak secara tegas," tandasnya.

Dalam foto yang beredar pasca perampokan pada Rabu (18/8/2010), terlihat dua pelaku menenteng senjata M-16 dan AK 47 saat berjaga di luar bank. Selain itu, ada seorang perampok berkemeja lengan panjang warna biru yang membawa tas besar saat akan meninggalkan bank itu. Diduga tas besar warna biru itu berisi uang. Pelaku yang berjumlah 16 orang itu menggunakan sepeda motor dalam menjalankan aksinya.

Sebagaimana laporan CIMB Niaga, perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta dari bank tersbut. Mereka perampok juga merampas telepon seluler milik karyawan. Dalam perampokan ini, seorang anggota Brimob, Briptu Imanuel Sianjuntak, tewas dan dua satpam mengalami luka parah ditembak perampok.
(irw/irw)


Berita Terkait