Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengadakan pertemuan darurat di Ramallah. Hasilnya, mereka setuju mengikuti perundingan yang akan dimulai pada 2 September mendatang.
Demikian kata Pejabat Senior PLO Yasser Abed Rabbo seperti dikutip dari reuters, Jumat (20/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika pemerintah Israel memutuskan untuk mengumumkan tender baru pada 26 September, maka kami tidak akan dapat melanjutkan pembicaraan," katanya.
Pihak Israel juga telah menerima undangan AS untuk memulai negosiasi langsung antara Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ini merupakan pembicaraan face to face pertama antara keduanya sejak akhir 2008.
Abbas mendesak agar Israel menghentikan pembangunan permukiman. Dia juga menuntut agenda yang jelas dari perundingan itu. (irw/irw)











































