"Itu untuk pembangunan jalur Utara Selatan, mulai dari Fatmawati hingga Bundaran HI," kata Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo saat memaparkan proyek MRT kepada wartawan di Hotel Sultan, JL Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/8/2010).
Rencananya, dalam gambar ilustrasi yang ditayangkan pihak PT MRT Jakarta, jalur MRT mulai dari kawasan Fatmawati, Lebak Bulus hingga dekat Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, akan dibangun dengan rel setinggi 10-14 meter dari atas tanah. Kemudian, mulai dari Al Azhar hingga Bundaran HI dibangun di bawah tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pembangunan proyek itu dana sebesar RP 12 triliun berasal dari pinjaman Jepang, dan sisanya patungan antara pemerintah pusat dan DKI Jakarta. "Rencananya kemudian akan dibangun jalur di bawah tanah mulai dari HI hingga Kampung Bandan, total jalur utara hingga selatan 23 Km," terangnya.
Diharapkan saat beroperasi nanti setidaknya MRT bisa mengangkut 500 ribu penumpang per hari. Diharapkan pengguna kendaraan pribadi dan motor bisa beralih ke MRT mengingat kemudahan yang ditawarkan. "Tarifnya diperkirakan sekitar Rp 8-12 ribu," imbuhnya.
Bagaimana dengan moda TransJakarta yang sudah ada, mengingat jalur yang sama dengan MRT? "Salah satu tentu harus menjadi feeder, bagi yang lain," tutupnya diplomatis.
(ndr/irw)










































