Berdasarkan catatan medis, hingga saat ini, Ss telah menghabiskan dana lebih dari Rp 92 juta. Itu belum termasuk obat penguat daya tahan tubuh yang harganya sekitar Rp 2,5 juta per botol. Padahal, tiap hari, ia harus disuntik 4 botol.
Kakak Ss, Sumardi mencatat dana yang dikeluarkan mencapai Rp 120 juta, belum termasuk obat. Ia mengaku tidak tahu bagaimana cara menutup biaya tersebut. Pasalnya, keluarga sudah menggadaikan dan menjual aset yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Direktur Administrasi RSI Sultan Agung, dr Makmur Santosa mengatakan, beruntung suami Ss punya Jamsostek, sehingga sebagian biaya ditanggung asuransi itu. Namun, bagian yang dibayar oleh keluarga, jauh lebih banyak.
"Kami hanya bisa memberikan obat dengan harga pokok. Di luar itu, sulit," ungkapnya.
Ss merupakan guru SMP-SMA Ma'arif Brangsong, Kendal. Ia masuk RSI 11 Juli lalu. Hingga saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSI Sultan Agung.
(djo/djo)











































