Penyakit tersebut diketahui menyerang sistem kekebalan tubuh dan berakibat pada rusaknya syaraf otak maupun otot. Tak diketahui pasti penyebab munculnya penyakit yangΒ berpotensi menjangkiti satu dibanding 100 ribu orang ini.
"Selama lima tahun saya di sini, baru kali ini saya menemukan penyakit ini," kata Direktur Administrasi RSI Sultan Agung, dr Makmur Santosa di kantornya, Jl. Kaligawe, Jumat (2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makmur menambahkan, pihaknya baru kali pertama ini mendapati penyakit itu. Namun demikian, mereka mengaku bisa menangani. Selain adanya dokter ahli, RSI juga berkoordinasi dengan RS lain.
"Selain obat, medis juga melakukan fisioterapi dan menggunakan alat bantu," jelasnya.
Setelah menjalani perawatan dan pengobatan, kondisi Ss cukup membaik. Ia belum bisa bergerak, tapi sudah sadar. Tim medis enggan berspekulasi kapan perempuan berusia 28 tahun itu, diizinkan pulang.
(djo/djo)











































