"Kita belum bisa ngomong si A si B, tapi sedang mengerucutkan. Ada indikasi mereka residivis," ujar Kadivhumas Polri Brigjen (Pol) Iskandar Hasan saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (20/8/2010).
Menurut Iskandar, cara perampok melakukan aksinya menunjukkan bahwa pelaku sangat mahir menggunakan senjata. Apalagi perampokan terjadi begitu cepat dan rapih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iskandar menjelaskan, dari dugaan tersebut masih harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara ini polisi masih terus mengumpulkan alat bukti dan mengejar tersangka.
"Nanti kita kaitkan apakah ada keterkaitan dengan kasus-kasus (perampokan) sebelumnya," tandasnya.
Lebih lanjut, Iskandar menambahkan, bahwa senjata yang digunakan perampok mirip dengan senjata yang biasa digunakan TNI dan Polri.
"Senjata yang dipakai ada M16, AK-47, pistol cocok dengan proyektil dengan selonsong di lapangan. Itu memang standar (senjata) TNI/Polri," tandasnya.
Dalam sebuah gambar yang berhasil memotret aksi perampok, memperlihatkan bagaimana dua pelaku menenteng senjata M-16 dan AK 47 saat berjaga di luar bank. Juga ada foto seorang perampok berkemeja lengan panjang warna biru yang membawa tas besar saat akan meninggalkan bank itu. Diduga tas besar warna biru itu berisi uang.
Sebagaimana laporan CIMB Niaga, perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta dari bank tersebut. Para perampok juga merampas telepon seluler milik karyawan. Dalam perampokan ini, seorang anggota Brimob tewas dan dua satpam mengalami luka parah ditembak perampok.
(ape/lrn)











































