"Loh, saya malah enggak tahu (ada gerbong khusus wanita). Tadi asal saja duduk di sini," ujar salah seorang penumpang wanita yang enggan disebut namanya, kepada detikcom, Jumat (20/8/2010).
Ibu yang turun di stasiun Depok UI ini menumpang gerbong khusus wanita secara tidak sengaja. Dia mengaku tidak memperhatikan sama sekali tanda atau gambar yang ditempel, yang menunjukkan bahwa gerbong tersebut khusus wanita.
Tanda atau gambar yang ditempel di KRL memang kurang begitu besar, baik yang di luar maupun di dalam gerbong. Gambar tersebut memang tidak begitu terlihat saat gerbong dalam kondisi penuh penumpang.
Keberadaan gerbong khusus kaum Hawa yang baru diluncurkan Kamis (19/8) kemarin, nampaknya memang belum diketahui sebagian besar penumpangnya. Buktinya, dari pantauan detikcom, masih banyak penumpang perempuan yang memilih duduk di gerbong umum.
Cukup banyak penumpang perempuan yang tetap memilih duduk atau bahkan berdiri berdesak-desakan dengan kaum pria dalam gerbong umum. Mereka nampaknya memang tidak tahu ada gerbong khusus wanita. Atau bisa jadi karena letak gerbong di ujung depan dan ujung belakang rangkaian kereta, membuat mereka malas berjalan jauh ke gerbong khusus wanita.
Gerbong khusus wanita yang hanya terletak di ujung depan dan belakang kereta ini memang terlampau jauh jaraknya. Bila penumpang diburu waktu dan asal naik gerbong, mungkin penumpang wanita malas untuk berjalan ke gerbong khusus.
Ketidaktahuan ini juga ditunjukkan dari cukup banyaknya penumpang pria yang 'nyasar' ke gerbong khusus wanita. Beberapa pria yang ketahuan masuk ke dalam gerbong khusus wanita, kemudian ditegur oleh petugas dan diminta untuk pindah ke gerbong umum.
Sebagian penumpang pria tersebut mengaku tak tahu jika mereka menaiki gerbong khusus wanita. Mereka pun hanya tersenyum dan tampak salah tingkah sambil berjalan menuju ke gerbong umum.
(nvc/gah)











































