"Saya kira itu tidak bisa digeneralisir. Karena siapa yang bisa tentukan seseorang koruptor atau tidak? Apa yang menentukan seseorang tersebut sehingga disebut sebagai koruptor? Ukurannya apa?" kata Hasyim saat menghadiri peringatan hari konstitusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/8/2010).
Menurut mantan cawapres Megawati yang gagal ini, ukuran seseorang disebut koruptor tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada KPK semata. "Kalau tolak ukurnya hanya diserahkan ke KPK, itu tidak cukup. Koruptor itu bisa didefinisi, tapi tidak bisa dipersonifikasi," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasyim pun menyarankan Presiden SBY segera membuat langkah konkrit atas jargon kampanyenya yang selalu ingin memberantas korupsi. "Saya lihat harus ada upaya kepala negera untuk lakukan gerakan anti korupsi nasional dimulai dari pribadi, birokrasi, perilaku lembaga tertinggi," pintanya.
Jadi tidak setuju koruptor tak disalati ulama? "Saya tidak katakan tidak setuju, yang jelas kriteria koruptor itu tidak bisa dibatasi, seperti mereka yang konangan (tertangkap) KPK," tegasnya.
(lia/yid)











































