Retakan itu timbul karena adanya pendinginan di kerak Bulan demikian seperti dimuat dalam majalah Science dan dilansir dari Telegraph, Jumat (20/8/2010).
Kesimpulan penemuan itu dibuat setelah para ilmuwan menemukan garis retakan yang tidak biasa yang dinamakan 'lobate scarps' (lereng terjal) di dataran tinggi Bulan. 14 'Lobate scarps' itu yang sekarang diidentifikasi pesawat luar angkasa Lunar Reconnaissance Orbiter
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli percaya retakan terjadi karena perpecahan kerak bumi yang rapuh seiring dengan pengerutan Bulan.
Ilmuwan dari Smithsonian Institution di Washington DC Dr Thomas Watters mengatakan bahwa lereng yang tampak di Bulan berusia muda.
"Relatif muda, secara global tersebar retakan yang menunjukkan kontraksi seluruh permukaan Bulan, diduga kuat terjadi pendinginan di keraknya," ujar Watters. (nwk/nwk)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini