"Tahap pertama diprioritaskan tol yang menghubungkan kawasan barat dan timur. Yakni ruas jalan tol Semanan-Sunter dan Sunter-Bekasi Raya. Pembangunan fisik rencananya awal 2011," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/8/2010).
Tol Sunter tersebut diprioritaskan untuk mengurangi beban lalu lintas pada jalan tol dalam kota. Sehingga pengendara dari luar kota atau sebaliknya, tidak perlu masuk ke jalan tol dalam kota. Mereka dapat masuk ke jalan tol Semanan-Bekasi Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan 6 ruas tol tersebut akan menelan dana sebesar Rp 40 triliun lebih dengan rincian, Tol Semanan-Sunter sepanjang 17,8 Km dengan anggaran Rp 9,7 triliun. Tol Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 Km, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 7,3 triliun.
Tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,3 Km anggarannya Rp 5,9 triliun. Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 Km dengan anggaran Rp 6,9 triliun.
Tol Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 Km dengan anggaran Rp 4,2 triliun. Dan Tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,5 Km dengan dana Rp 5,7 triliun.
"Diharapkan dengan pembangunan tol dalam kota mampu mengurai kemacetan karena kendaraan jadi terdistribusi," tutup pria yang akrab disapa Foke ini.
(her/nwk)











































