Pada Juni 2010, Ali sempat mengirim surat ke pesantren tersebut dan mengabari berada di Maroko.
"Waktu Juni akhir lalu, Ali ngirim surat yang ditunjukan buat pesantren Al-Jawami. Ia mengaku sedang berada di Maroko. Yang dikirim itu berupa post card," jelas Pengurus Dewan Santri Ponpes Al-Jawami Eri Agustian, saat ditemui wartawan, di Ponpes Sindangsari Al-Jawami, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Pimpinan Ponpes Sindangsari Al-Jawami Bandung H Imang Abdul Hamid mengatakan, Ali merupakan mualaf yang memiliki istri asal Maroko.
"Sejak ada di pesantren ini kami sama sekali tidak menaruh curiga. Kami berpikir positif saja, dia juga kan maksudnya baik karena ingin belajar," kata Imang.
Ia menjelaskan, Ali tidak menginap di pondok yang disediakan pihak pesantren. Ali lebih memilih menyewa rumah bersama istri dan tiga anaknya di kawasan Nyalindung, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung.
Imang mengungkapkan, Ali selama berada di Bandung sering menghabiskan waktunya di rumah sewaan itu. "Paling bolak balik ke Jakarta untuk ke kantor imigrasi," ucap Imang.
(tya/ern)











































