Sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (19/8/2010) Ray Rangkuti dengan sejumlah perwakilan dari Kiara, P2PN, Koalisi Antiutang, dan Lingkar Madani, menunggui Marty di dekat mobilnya.
"Saat Menlu keluar dari gedung, kita langsung membarikade dan dia kembali masuk ke dalam gedung," kata Ray yang juga aktif di Lingkar Madani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, lanjut Ray maksud menemui Menlu ini ingin menyampaikan uneg-uneg mengenai kasus 7 nelayan Malaysia yang dibarter dengan 3 petugas DKP. Ray Cs tiba di Kemlu sekitar pukul 13.00 WIB.
"Kami sempat masuk hingga ke dalam kompleks gedung, tapi kemudian diusir keluar oleh polisi. Kami sempat bersitegang dan meminta agar bisa menemui pihak Kemlu," terang Ray.
Dia menjelaskan, maksud dan tujuannya hanya meminta keterangan, mengapa 7 nelayan itu dibebaskan, padahal jelas-jelas mereka mencuri ikan. Dan bagaimana status hukum petugas DKP yang dibebaskan Malaysia itu.
"Setelah menunggu 2,5 jam, akhirnya bertemu pihak humas. Tapi di sana mereka hanya mendengarkan saja dan tidak bisa memberi pernyataan," imbuhnya.
Dia menilai diplomasi Indonesia sangat lemah, karena itu pihaknya meminta penjelasan Kemlu. Hingga kemudian karena tidak mendapat penjelasan, para pendemo menunggui Menlu.
"Kami tidak berhasil menemui Menlu, tapi besok akan menemui Komisi I," tutupnya.
(ndr/gah)











































