"Tidak ada titipan, saya bilang ini bulan Ramadan. Itu namanya isu dan fitnah. Titipan siapa? Nggak adalah," kata Patrialis, usai menghadiri seminar untuk memperingati Hari Konstitusi, di Gedung Nusantara V DPR/DPD, Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Kamis (19/8/2010).
Dia memastikan sejauh ini Pansel telah bekerja secara obyektif. Jika benar ada titipan, artinya sama saja dengan menghalangi kesempatan seseorang yang mempunyai kapasitas dalam memberantas kejahatan korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengomentari sikap ICW, yang tidak ingin pimpinan KPK yang lolos berlatar belakang kepolisian atau kejaksaan. Menurutnya, itu tindakan yang diskriminatif.
"Itu juga begitu (tidak boleh). Nggak mungkin dong kita katakan nggak boleh dari kepolisian atau dari jaksa. Itu namanya kita sudah dskriminatif. Orang baik itu ada dimana-mana, dari mana asal-usulnya boleh dong," jelas politisi Partai Amanat Nasional ini.
Apakah ICW terlalu reaktif pada setiap calon? "ICW sudah janji, akan menyampaikan hasil temuan mereka, hanya pada pansel bukan pada yang lain-lain. Dan itu janjinya," tegasnya.
Patrialis juga memastikan, siapapun pihak yang lolos nantinya, adalah seseorang yang berhak karena telah melewati semua prosedur penyeleksian dengan baik.
"Yang kita hasilkan itu adalah, mereka yang lolos memenuhi semua prosedur yg kita lakukan. Jangan ada dikotomi begitu, nggak bagus," tanda Patrialis.
(lia/fay)










































