pelatihan dan pengembangan serta pendampingan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar dan Rektor UGM, Prof. Dr. Sudjarwadi di ruang multimedia gedung pusat UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (19/8/2010).
Dalam sambutannya Muhaimin mengatakan Kemenakertrans yakin UGM memiliki paradigma dan visi ketenagakerjaan yang fokus pada kerakyatan. Hal itu sejalan dengan tanggung jawab pokok Kemenakertrans dalam mengembangkan dan melaksanakan rencana program pembangunan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bidang ketenagakerjaan, Kemenakertrans dan UGM menyepakati untuk membangun kerjasama pelatihan tenaga kerja sektor informal dan perbaikan kualitas layanan dan prosedur penempatan TKI di luar negeri. Sementara di sektor ketransmigrasian, UGM ditunjuk untuk melakukan kajian ketransmigrasian sebagai alternatif pembangunan daerah dan kawasan ekonomi baru, pengembangan program nasional untuk ketahanan pangan dan energi alternatif, serta penguatan pasar tradisional untuk barang produksi dalam negeri.
"Transmigrasi itu meliputi dua aspek yaitu pembangunan kawasan dan pembangunan masyarakat. UGM secara khusus kami minta untuk membantu pengembangan masyarakatnya terutama peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan pengembangan ekonomi kerakyatan sebagaimana semboyan UGM selama ini," tambah Muhaimin.
Di sisi lain, lanjut Muhaimin, Kemenakertrans akan mendukung kerjasama yang berkaitan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. Hal tersebut dimaksudkan agar pelaksanaan KKN bisa merata di seluruh tanah air.
"Salah satu tugas yang mendesak kita jawab saat ini adalah ancaman kualitas dan kompetensi bagi lulusan universitas untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat ini," kata alumnus Fisipol UGM itu.
Sementara itu, Rektor UGM, Prof Sudjarwadi mengtatakan kerjasama ini diharapkan bisa menjodohkan program maupun misi Kemenakertrans dengan UGM. "UGM masih memiliki program KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selain itu kita berharap lulusan UGM mampu merealisasikan apa yang mereka dapat dan bisa berperan lewat ketenagakerjaan," ujar Sudjarwadi.
(djo/djo)










































