Ahormadi (47), tetangga Fahrul, terduga teroris yang ditangkap Densus 88, mengaku menemukan buku tabungan itu secara langsung. Ia mengatakan, tiga hari lalu saat beres-beres sekitar rumah, ia melihat di dalam rumah kontrakan Fahrul tercecer berkas. Karena penasaran, akhirnya ia masuk ke dalam rumah yang masih dipasangi police line.
"Di buku tabungan itu tertera transfer atau menabung langsung, saya kurang tahu persis. Yang pasti dana pertama kali yang tertulis bulan Juli 2010 itu sebesar Rp 170 juta," ujarnya ditemui di kediamannya Jalan Sukaluyu RT 2 RW 2 Pasir Biru Cibiru Bandung, Kamis (19/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya buku tabungan, Ahromadi juga mengaku menemukan STNK mobil bernopol B 1600 KE. "STNK ini ada dalam buku tabungan. STNK-nya atas nama perempuan yang beralamat di Jakarta," katanya.
Menurutnya kedua barang bukti tersebut sudah diserahkan ke Polda Jabar dua hari lalu. Sementara itu, hingga saat ini barang bukti mobil yang dikabarkan untuk bom mobil masih terparkir di dekat kontrakan Fahrul.
Sabtu, 7 Agustus 2010, Densus 88 menggerebek rumah kontrakan Fahrul dan menangkap Fahrul bersama Hamzah. Saat itu, polisi menemukan bom rakitan yang aktif. Karena tak bisa dijinakkan oleh tim Jihandak, akhirnya bom diledakkan.
(ern/fay)











































