"Insya Allah hari ini akan dibawa kok," kata Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi di
kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (19/8/2010).
Ito menjelaskan, barang bukti mobil tersebut memang sudah direncanakan akan disita Densus. Namun, sayangnya ia tidak menjelaskan kenapa pengambilan mobil baru bisa
dilaksanakan hari ini. "Nanti (pengambilan) itu dari Densus," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga khawatir mobil yang kabarnya untuk bom mobil itu, masih menyimpan barang berbahaya.
"Kita aneh saja, kenapa kok barang bukti ini (mobil-red) tidak dibawa. Kami juga khawatir, takutnya masih ada barang berbahaya dalam mobil itu," ujar Bambang Trisno
Prabowo, yang rumahnya berdekatan dengan rumah kontrakan Fahrul.
Mobil tersebut dibeli WN Perancis bernama Frederic C Jean Salvi untuk dipergunakan
terduga teroris Bandung membuat bom mobil. Saat ini keberadaan Frederic misterius
dan terus diburu.
Sabtu, 7 Agustus 2010, Densus 88 menggerebek rumah kontrakan Fahrul dan menangkapn Fahrul bersama Hamzah. Saat itu, polisi menemukan bom rakitan yang aktif. Karena tak bisa dijinakkan oleh tim Jihandak, akhirnya bom diledakkan.
(ape/ndr)











































