"Saya nggak mau bicara politik," kata Djoko ketika dicegat wartawan usai Pembekalan Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIV di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2010).
Djoko pun lalu ingin beranjak meninggalkan wartawan. Namun, wartawan tak menyerah dan tetap mengejar statemen darinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gara-gara ingin pergi secepatnya, Djoko nyaris keliru naik ke mobil dinas. Ia hendak masuk ke mobil RI 64 milik Gubernur Lemhannas Muladi, sementara mobilnya, RI 11, masih antre di belakang.
"Pak, mobilnya salah," wartawan mengingatkan.
Sambil tersenyum, Djoko pun melangkah ke mobilnya. Sebelum menutup pintu mobil, ia masih bersedia menjawab pertanyaan terkait curiculum vitae calon Kapolri pengganti Bambang Hendarso Danuri (BHD).
"Saya belum lihat tapi sudah ada yang masuk," ungkap mantan Panglima TNI ini.
"Garing, ya (hasil wawancaranya)?" seloroh Djoko kepada wartawan sambil membuka kaca mobil. Beberapa saat kemudian mobil Toyota Royal Saloon itu meluncur meninggalkan Kantor Wapres.
(irw/nrl)










































