"Hal ini mungkin dilakukan tanpa sepengetahuan SBY, hanya manuver tim politik SBY mencari muka," pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi, menjelaskan soal kemungkinan kedua tersebut, kepada detikcom, Rabu (18/8/2010).
Menurut Burhan, SBY biasanya membuat batas yang jelas antara urusan pribadi, partai dan negara. Tetapi akhir-akhir ini, seolah batas itu tidak ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai jalan keluar, Burhan pun meminta agar SBY menyetop kelakuan para bawahannya yang sibuk mempromosikan figur dirinya lewat berbagai fasilitas negara. Jika ini tidak segera dilakukan, maka kemungkinan memang SBY yang sengaja menyuruh melakukan semua ini.
"Kalau dalam waktu dekat tidak ada perintah SBY untuk berhenti menggunakan fasilitas negara, maka yang timbul adalah kekecewaan bahwa SBY tidak bisa menjaga kredibilitasnya memisahkan urusan negara dengan urusan pribadi," jelas Burhan.
Staf Khusus Presiden Julian Pasha pada Rabu kemarin menyatakan, pihaknya akan memperbaiki 'promo' album yang ada di website setelah menjadi kontroversi. Namun hingga hari ini pukul 08.50 WIB, tidak ada "perbaikan" yang terlihat.
Tapi, Julian sudah menjelaskan mengenai alasan mengapa pengumuman itu ditampilkan di tempat itu. Menurut dia, pengumuman itu ditampilkan karena banyak warga yang ingin meminta album tersebut kepada presidenri.go.id secara gratis. (rdf/nrl)











































