"Kami menjamin H-10 sudah mulai dibuka," ujar Dirjen Bina Marga, Djoko Murjanto saat ditemui di kantornya, Jl Patimura, Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Djoko menjelaskan, Direktorat Bina Marga terus mengawasi pembangunan jalur lingkar Nagrek agar selesai pada waktunya. Ia menambahkan, bahwa kondisi jalur lingkar Nagrek bisa dilalui meski belum sempurna seratus persen.
"Bisa dilalui tapi baru (sempurna) awal 2012," imbuhnya.
Jalur lingkar Nagrek memiliki panjang 5,4 Km dengan lebar 7 m. Jalan Lingkar Nagrek dibangun sejak tahun 2008 dengan total alokasi anggaran Rp 340 miliar. Tahun ini sudah dikucurkan Rp 140 miliar.
Pembangunan jalan ini harus memotong gunung dan menimbun jurang. Sesuai rencana, jalur lingkar ini baru selesai awal tahun 2012.
Jalur Nagrek merupakan wilayah paling rawan kecelakaan di bagian selatan Pulau Jawa. Jalan ini menghubungkan Bandung dan Garut. Merupakan titik puncak kemacetan saat mudik.
Nagrek memiliki 5 titik tanjakan curam untuk dilalui kendaraan. Pada hari-hari biasa antrean kendaraan baik bus maupun truk seringkali menjadi penyebab kecelakaan. Biasanya karena rem blong dan jalanan licin akibat hujan.
"Setelah selesai (mudik) baru kita tutup lagi untuk penyelesaian," tutupnya.
(ape/rdf)











































