"Pesawat itu adalah pesawat Wings Air ATR-72500, bukan Lion Air," ujar Manager Distrik Lion Air, Novri Harahap, kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (18/8/2010).
Novri mengatakan penyebab pesawat kembali ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru karena ada lampu indikasi yang menandakan mesin sebelah kiri harus dimatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novri menjelaskan, sekalipun dengan satu mesin saja, pesawat sebenarnya bisa meneruskan perjalanan ke Batam. Namun demi kenyamanan penumpang, pilot memilih kembali.
Hingga pukul 17.00 WIB, pesawat tampak belum selesai diperbaiki. Penumpang masih menunggu di bandara.
Namun sejumlah penumpang lainnya, seperti Gubernur Riau Rusli Zainal dan rombongan Pemda yang ikut dalam penerbangan memilih membatalkan penerbangan. Sebab, selama satu jam menunggu mereka tidak diberi penjelasan oleh pihak Wings Air.
"Kita tidak dapat penjelasan dari pihak maskapai, Gubernur merasa kecewa akhirnya membatalkan penerbangan," ujar Raja Isham, Pimpred Riau Pos yang ikut serta dalam rombongan Gubernur ke Batam.
(gun/nrl)










































