"Indonesia setiap saat siap berunding. Saat ini, setelah press conference ini, saya keluar saya siap berunding dengan Malaysia. Kemarin siap, hari ini siap, besok siap. Malaysia-nya belum siap," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Hal itu dikatakan Marty dalam jumpa pers didampingi Jubir Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di Kantornya, Jl Pejambon III, Jakarta Pusat, Rabu (18/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bukan sesuatu yang bisa kita dorong. Permasalahannya, sebelum mereka (Malaysia) bisa berunding dengan kita mengenai masalah yang sedang dihadapi ini (Pulau Bintan), mereka harus menyelesaikan masalah yang tertunda dengan Singapura," Menlu menjelaskan.
Marty menambahkan, Indonesia melalui Kemlu terus berusaha menyelesaikan batas wilayah lautan antara Indonesia dengan 10 negara tetangga (diplomacy border).Β Karena itu, ia tidak terima bila disebut pemerintah berdiam diri atas persoalan perbatasan. Saat ini, RI telah meneken 16 perjanjian batas laut dengan negara-negara mulai dari Australia hingga India.
"Ini terjadi melalui perundingan. Bukan saling klaim, karena ini sifatnya hubungan antara kedua negara yang berdaulat," katanya.
(irw/fay)











































