"Hari Rabu besok (hari ini) akan,Nanda diminta datang ke RSUD Bontang,untuk menjalani pemeriksaan," kata aktivis LSM Pemerhati Anak di Kota Bontang, Suratmi, ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (17/08/2010) malam.
Suratmi mengatakan, Ananda yang duduk di bangku kelas I SDN 010 Lok Tuan, Bontang, putri dari pasangan Rusdi Lewa dan Asmawati itu tergolong salah satu keluarga miskin, yang harus segera mendapat penanganan medis lebih lanjut. Terkait hal itu, Suratmi mengaku telah menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok kepada kedua orang tua Ananda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suratmi, selama 2 tahun ini pasca operasi tahun 2008 lalu, Ananda tidak lagi melakukan pemeriksaan medis di RSUD Bontang, sebagaimana yang diminta oleh dokter Am di rumah sakit tersebut, yang juga sebelumnya mengoperasi Ananda.
"Terakhir periksa Desember 2008. Sampai sekarang tidak periksa lagi karena tidak ada biaya. Sekali periksa, paling tidak habis Rp 30.000," imbuh Suratmi.
Masih berdasarkan penuturan orang tua Ananda, seorang petinggi di RSUD Bontang, sempat menjenguk kondisi Ananda di rumahnya, di Dusun Abadi RT 13, Kelurahan Lok Tuan Kecamatan Bontang Utara, Bontang. Namun disayangkan, petinggi rumah sakit tersebut hanya menjenguk seadanya.
"Tidak masuk ke rumah Ananda. Cuma berdiri dan berbicara dengan orang tua Ananda di depan pintu," terang Suratmi.
Seperti diberitakan, Ananda menderita luka di perutnya selama 2 tahun dengan usus yang keluar dari dalam perutnya. Tahun 2008 lalu, Ananda awalnya dibawa ke RSUD Bontang dan menjalani perawatan isolasi beberapa hari dengan kondisi sejumlah bagian tubuh yang membengkak.
Setelah didiagnosa menderita gejala Demam Berdarah, oleh Dr Am, Ananda diputuskan menjalani operasi yang sempat dilakukan 2 kali operasi. Beberapa sentimeter usus Ananda, sempat dipotong dalam operasi tersebut sehingga mengakibatkan Ananda sempat dalam kondisi koma. (anw/anw)











































