Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Boy mengatakan, pihaknya masih mengejar belasan pelaku lainnya.
"Anggota masih di lapangan melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku lainnya," kata Boy saat dihubungi wartawan, Selasa (17/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut pelaku sih 12 orang," katanya.
Kini polisi tengah mengejar 11 pelaku lainnya ke wilayah Lampung dan Jawa. "Ada yang lari ke Lampung, ke Purwokerto, Pekalongan dan Cirebon," kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sumber itu menambahkan, pelaku perampokan ini merupakan Kelompok Lampung dan Padang. Beberapa pelaku pernah melakukan perampokan toko emas dengan modus yang sama di sejumlah wilayah lain seperti Bogor dan Bekasi.
"Mereka beraksi setiap hari Jumat, pas sepi," lanjut sumber.
Adapun senjata api yang digunakan para pelaku merupakan senjata rakitan. Senjata itu di dapat dari Lampung.
Setelah selesai beraksi, kawanan perampok menyimpan senjatanya di suatu tempat di wilayah Jakarta yang dijadikan sebagai markas. Selanjutnya, kawanan perampok ini membagi hasil jarahannya ke masing-masing anggotanya.
Usai membagikan hasil jarahannya, kelompok ini lalu pulang kampung untuk meninggalkan jejak. Di kampungnya, uang tersebut digunakan untuk foya-foya dan membangun rumah.
Kawanan perampok beraksi di 3 toko emas di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Timur pada Jumat (6/8) siang lalu. Sebagian pelaku menyebar ke dalam pasar. Sementara lainnya berjaga-jaga di atas motor.
Usai merampok, komplotan ini lalu melarikan diri sambil mengumbar tembakan ke arah warga.
(mei/anw)











































