Ada yang karena memang sudah dari dahulu melakukan semacam 'boikot', tapi selebihnya karena faktor alami, meninggal dunia. Di kelompok terakhir ini ada Soekarno, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Kita tahu benar tiga pendahulu SBY ini memang sudah tutup usia. Sementara untuk BJ Habibie sedang meresmikan Bank Donor Mata di Jl Semeru, Bogor, Jabar, yang adalah amanah mendiang istinya, Ny Ainun Habibie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tahun-tahun sebelumnya, Habibie selalu menyempatkan diri mengikuti langsung upacara di Istana Merdeka bila sedang tidak berada di Jerman. Bahkan Gus Dur yang sangat sering menanggapi sinis pemerintahan SBY, tak pernah abai memenuhi undangan tahunan dari Presiden SBY walaupun kesehatannya sedang kurang prima.
"Ini urusan negara, jadi wajib saya hadir!" tegas Gus Dur dua tahun lalu. Penegasan itu disambut anggukan kepala dan senyim Ny. Sinta Nuriyah yang juga duduk di kursi roda.
Masalah kesehatan pula yang jadi alasan Soeharto tidak pernah bisa memenuhi undangan serupa. Tapi dari anak-anak Soeharo pun tak ada yang hadir mewakilinya.
Memang benar putri bungsunya, hadir pada 17 Agustus 2007. Tetapi konteksย kehadiran Mamiek Soeharto waktu itu lebih terkait putranya yang sedang bertugas sebagai anggota Paskibraka.
Kehadiran keluarga Soekarno di tahun ini adalah yang paling komplit -tentu saja dengan mengecualikan Megawati Soekarnoputri. Pada upacara untuk pengibaran bendera, hadir Sukmawati dan Guruh.
Sementara pada upacara penurunan bendera, hadir Rachamati. Dia hadir bersama ibu tirinya, Ny. Ratnasari Dewi Soekarno.
"Saya mau berterimakasih kepada Pak SBY sebab mengizinkan pembangunan
patung Soekarno. Dulu tidak ada yang mau kasih izin," kata Dewi dalam
logat Jepang yang kental. (lh/anw)











































