Sri Mulyani Hadiri Peringatan HUT ke 65 RI di Washington DC

Laporan dari Washington DC

Sri Mulyani Hadiri Peringatan HUT ke 65 RI di Washington DC

- detikNews
Rabu, 18 Agu 2010 02:37 WIB
 Sri Mulyani Hadiri Peringatan HUT ke 65 RI di Washington DC
Washington DC - Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT RI selalu diselenggarakan di Wisma Indonesia, yang sekaligus merupakan rumah kediaman Duta Besar Republik Indonesia di Washington DC. Wisma Indonesia yang beralamatkan di 2700 Tilden Street itu, telah cantik dengan hiasan penjor di sepanjang jalan masuk menuju tempat upacara sejak rangkaian peringatan HUT RI ini dimulai sebulan yang lalu.

Bedanya, hari ini ada podium khusus dengan logo peringatan HUT ke-65 RI, yang menandakan bahwa sebentar lagi akan ada hajatan, meskipun rumah ini belum kunjung didiami oleh Duta Besar RI yang baru, Dino Patti Djalal dan keluarga.

Tepat pukul 10.00 waktu Washington DC, upacara dimulai. Para peserta upacara sebelumnya sudah berbaris rapi di lapangan upacara yang cukup terik di cuaca musim panas ini. Lapangan terlihat lenggang, dan tidak banyak dihadiri oleh masyarakat RI. Mungkin karena Peringatan HUT RI ke-65 ini jatuh pada hari kerja, dan juga bertepatan dengan bulan Ramadan.

Dengan Pembina Upacara Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, Salman Al Farisi, upacara HUT RI ke-65 ini berlangsung khidmat dan tenang. Tampak di antara peserta upacara, seorang wanita berkebaya yang duduk di kursi rodanya. Wajahnya berbinar dan khusyuk sekali mengikuti upacara ini. Beliau adalah Pintatua Samosir, penerima beberapa beberapa tanda jasa dari Presiden Republik Indonesia. Salah satu yang dikenakannya adalah penghargaan Bintang Gerilya, yang diterimanya dari Bung Karno, Presiden Pertama RI tahun 1963-1965.

Ketika ditemui usai upacara bendera, Pintatua Samosir mengemukakan kebanggaannya menjadi saksi sejarah Kemerdekaan Indonesia. "Setiap saya mengikuti upacara bendera seperti ini, saya selalu merasa terharu sampai menitikkan air mata. Terbayang berapa banyak jiwa yang berkorban untuk berkibarnya bendera ini sampai sekarang...", tuturnya kepada wartawan detikcom Endang Isnaini Saptorini.

Pintatua Samosir, ikut berjuang dalam Laskar Wanita di Tapanuli tahun 1948. Kehadirannya di Washington DC selama sebulan ini mengunjungi anaknya yang sedang bertugas sebagai diplomat dan menyaksikan cucunya menjadi salah satu anggota Paskibra.

"Tentu saja berbeda upacara bendera di Washington DC ini dengan di Jakarta. Di sana ada bendera Pusaka," ujarnya janda pahlawan ini sambil tetap tersenyum.

Seusai upacara, hadirin disuguhi alunan lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu daerah oleh anak-anak dari wilayah Washington DC Metro area. Anggota aubade ini kebanyakan memiliki dua kewarganegaraan, dan sulit untuk berbicara bahasa Indonesia. Namun mereka tetap bersemangat untuk tampil dan menghapal lagu-lagu aubade ini dalam latihan yang diselenggarakan selama kurang lebih 2 bulan.

Salah satu di antara mereka adalah Tanya Putri Syarnubi, siswa kelas enam dari Eastern Middle School di Maryland. Anya, demikian nama panggilannya, masih mengenakan pakaian Paskibranya, saat duduk di antara pemain biola untuk mengiringi aubade siang hari itu.

"Saya sedikit grogi pada awalnya, karena saya mulai ikut latihan di angkatan ke tiga, jadi saya merasa agak sedikit tertinggal" jelas Anya dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

"Namun lama kelamaan saya menjadi terbiasa dan merasa senang sekali menjadi bagian dari aubade dan Paskibra", tambah Anya. Latihan dua kali seminggu selama satu setengah bulan dalam Paskibra membuat siswa sebelas tahun ini tumbuh dengan pribadi yang lebih matang. Dalam kondisi latihan baris berbaris yang berat, Anya tetap menjalani ibadah puasanya dengan semangat dan gembira. "Saya masih ingin menjadi anggota Paskibra di tahun-tahun mendatang," tambahnya kepada detikcom.

Dalam peringatan HUT RI ke-65 tahun 2010 ini, KUAI KBRI Washington DC juga memberikan piagam penghargaan kepada para anggota Paskibra, pegawai teladan KBRI Washington DC, juga seluruh peserta dan pelatih Aubade yang ikut memeriahkan acara.

Sebelum meninggalkan lapangan upacara, detikcom sempat berbincang dengan KUAI KBRI Washington DC Salman Al Farisi yang sedang bersama mantan Menkeu Sri Mulyani siang itu. "Saya selalu mengikuti upacara bendera, setiap saya di sini," demikian ungkap ibu Ani, yang sempat menjadi warga Washington DC sekitar tahun 2002 - 2004. " Esensinya sama, yaitu kita memperingati dengan bangga sebagai bangsa yang merdeka, apapun peranan kita asalkan dianggap positif," tutur wakil direktur bank dunia itu, seusai menemani putranya yang menjadi anggota Paskibra siang tadi.

Peringatan HUT ke-65 RI ini serasa lengkap. "Lengkap dalam limpahan berkah bersamaan dengan datangnya bulan Ramadan. Selain itu juga hadirnya janda pahlawan sekaligus pelaku perang kemerdekaan yang datang langsung dari Jakarta untuk ikut upacara ini, dan juga hadirnya putra bangsa yang menjadi wakil direktur Bank Dunia bersama kita," demikian Salman Al Farisi mengakhiri wawancara.

Rangkaian Upacara peringatan HUT ke-65 RI dilanjutkan dengan acara anak-anak, penurunan bendera pada jam 6 sore waktu setempat, dan pemotongan tumpeng HUT RI sekaligus buka puasa bersama di Wisma Indonesia Washington DC. Dirgahayu Republik Indonesia! (eis/anw)


Berita Terkait