Enam sinden itu adalah Nia, Sela, Mira, Vian, Anggi dan Kiki. Mereka adalah siswi kelas 5 dan 6 dari SDN Ngadirboyo 2, SDN Lengkong 2 dan SDN Pacik, Nganjuk.
Bersama sepuluh anak-anak lelaki seusianya yang memainkan gamelan, mereka 'manggung' di selasar Wisma Negara, Jakarta, Selasa (17/8/2010). Para sinden mengenakan kebaya merah-putih, sementara pemain gamelan ikat kepala dan beskap ala Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara orkestra musik Jegog tampil di panggung yang didirikan di pelataran Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta. Alunan musik bambu seperti angklung tapi dimainkan dengan cara dipukul itu menarik perhatian karena sangat berbeba dengan gamelan bali yang lebih tenar.
"Musik ini memang tergolong baru, mulai dikenal 1912. Setiap festival budaya Bali kan Pak Presiden selalu hadir, mungkin dari situ Beliau tertarik agar Jegog diundang tampil di sini," tutur I Ketut Suwentra, pemimpin kelompok musik Jegog Suar Agung, Jembrana, Bali.
(nwk/mad)











































