"Itu bukan suvenir Istana. Buku itu adalah bagian dari edisi khusus kita," kata Pemimpin Umum Harian Jurnas, N Syamsuddin Ch Haesy, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (17/8/2010).
Menurut Syamsuddin, Jurnas setiap tahun meluncurkan edisi khusus menyambut perayaan 17 Agustus. Tahun ini, formatnya adalah koran berisi wawancara khusus dengan Presiden SBY dan boklet yang berisi wawancara dengan Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syam membantah jika pembagian buku ini adalah prakarsa istana. Justru menurutnya, Jurnas mendistribusikan langsung kepada para tamu undangan. Bahkan buku ini pun menurutnya juga bisa diperoleh di berbagai tempat lain dan bukan ekslusif acara di Istana.
"Kita yang distribusikan langsung. Kita izin sama panita. Kita bagi di lima titik sekitar 15 orang. Memang sekitar segitu, 12 ribu buku," jelas dia.
Buku-buku yang diterima para undangan tidak hanya dari Jurnas, ada pula dari BPS, majalah Gatra, Kriya, SIKIB dan buku tentang batik dari Ibu Ani Yudhoyono. Syam menyayangkan pihak-pihak yang menilai negatif terhadap buku tersebut.
"Positive thinking dong. Itu bukan suvenir. Kok kesannya Jurnas dapat apa begitu (dari Istana)," tutupnya. (fay/mad)











































