"Saya tidak pernah mengatakan rekaman dalam arti voice itu ada. Yang ada call data record," kata Hendarman usai mengikuti acara peringatan HUT RI ke-65 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/8/2010).
Saat di DPR, Hendarman mengaku hanya bermaksud untuk menunjukkan adanya hubungan antara Ade dan Ari. Pria berkacamata ini juga mengungkapkan, nomor kedua belah pihak sudah diyakini akurat.
"Ya, alat buktinya menunjukkan seperti itu (sudah terkonfirmasi)," tegasnya.
Kapolri dan Jaksa Agung memang tengah dikritik keras oleh para aktivis anti korupsi dan sejumlah kelompok masyarakat. Keduanya dinilai telah membohongi publik karena menyebutkan ada rekaman percakapan Ari-Ade, meski akhirnya ditegaskan oleh Kabareskrim Komjen Ito Sumardi bahwa Polri tidak memiliki rekaman melainkan Call Data Record (CDR).
Belakangan, Ito bahkan menyatakan rekaman itu hanya berlangsung antara Ari Muladi dan seseorang. Bukan dengan Ade Rahardja seperti yang dimaksud selama ini.
"Tidak ada. Jadi gini, nomor itu kan dari AM (Ari Muladi), kepada seseorang. Nah kalau pembicaraan dia, selama ini voice data record-nya saja. Tapi hubungan itu kan bisa diidentifikasikan memang ada hubungan yang mengarah pada seseorang yang mungkin kita tidak bisa menyebutkan di sini," tegas Ito Sumardi beberapa waktu lalu.
(mad/fay)











































