Mega Kritik Pidato SBY Soal Kenaikan Gaji PNS

Mega Kritik Pidato SBY Soal Kenaikan Gaji PNS

- detikNews
Selasa, 17 Agu 2010 12:24 WIB
Mega Kritik Pidato SBY Soal Kenaikan Gaji PNS
Jakarta - Saat menyampaikan pidato kenegaraan, Presiden SBY berjanji menaikkan gaji PNS dengan pangkat terendah hingga Rp 2 juta. Bagi mantan Presiden Megawati  Soekarnoputri, kebijakan ini justru akan menimbulkan masalah.

"Lalu dengan disebutkan suatu kenaikan gaji (PNS), yang menurut saya akan memancing masalah perekonomian," kata Mega usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-65 RI di kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (17/8/2010).

Menurut putri proklamator Bung Karno ini, kenaikan gaji harus dilakukan lewat proses penghitungan yang matang. Dengan jumlah PNS yang mencapai 5 juta orang, Mega menilai ada kemungkinan defisit keuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, persoalan kenaikan harga juga dianggap sesuatu yang sulit untuk dihentikan.

"Saya kan mengatakan soal kenaikan gaji dan sebagainya justru harusnya dihitung dulu dengan lebih baik apakah dengan suatu kenaikan. Yang saya ketahui kan jumlahnya 4-5 juta orang. Jadi suatu defisit yang membengkak, lalu apa yang harus dilakukan?" tanya Mega.

Sebelumnya, SBY mengatakan, pemerintah berniat untuk memperbaiki kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri dengan menaikkan batas minimum pendapatan mereka. Mulai tahun 2011, gaji PNS dengan pangkat terendah adalah Rp 2 juta, atau meningkat dari tahun 2010 yang sebesar Rp 1.895.700.

Khusus bagi guru dengan pangkat terendah, pendapatannya meningkat dari Rp 2.496.100 menjadi Rp 2.654.000.

Sementara itu, bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya meningkat dari Rp 2.505.200 menjadi Rp 2.625.000.

Selain itu, pemerintah pada tahun 2011 juga akan menaikkan gaji pokok PNS/TNI/Polri dan pensiun pokok sebesar rata-rata 10 persen. Pemerintah juga tetap akan memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13 bagi PNS/TNI/Polri dan pensiunan.

(mad/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads