Api pertama kali menyala membakar swalayan berlantai dua tersebut terlihat sekitar pukul 20.30 WIB. Saat kejadian, pemiliknya sedang tidak berada di rumah, sehingga tidak ada upaya pemadaman. Akibatnya, seluruh isi swalayan hangus dilalap si jago merah, termasuk satu unit sepeda motor yang diparkir di dalam swalayan.
Saksi mata di lokasi kejadian, Zulfadli mengatakan, saat api membakar isi swalayan, terdengar beberapa kali ledakan. Namun Zulfadli tidak dapat memastikan penyebab ledakan.
“Pemilik swalayan tidak ada di tempat. Pergi salat tarawih. Tapi ada terdengar ledakan dari dalam swalayan. Tapi tidak tahu apa yang meledak,” kata Zulfadli.
Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan memadamkan api akibat terhalang ratusan warga berada di lokasi kejadian. Akhirnya, api dapat dipadamkan satu jam setelah kebakaran.
Sebagai bahan penyelidikan, petugas pemadam kebakaran mengamankan sebuah tabung gas elpiji dari dalam swalayan. Kapolsekta Percut Sei Tuan, AKP Josua Tampubolon mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.
“Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun petugas telah meminta keterangan warga,” kata Josua.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Guna kepentingan penyelidikan, petugas memasang garis polisi di lokasi kebakaran.
(rul/ape)











































