"Saya dapat informasi dari Pak Gayus, saya dan adik saya akan dijadikan tersangka. Saat di showroom Harley Davidson, saya lihat Pak Arafat mencoba-coba motor Harley ultra klasik. Saya deketin Pak Gayus, saya bilang kayaknya dia (Pak Arafat) suka. Pak Gayus bilang 'bereskan', ya saya bereskan," kata Alif Kuncoro saat menjadi saksi untuk Kompol Arafat Enanie di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jl Ampera Raya, Jakarta, Senin (16/8/2010).
"Lalu saya dekati Pak Arafat, saya tanya 'Bapak suka? Kalau suka ya silahkan saja. Tapi saya dan adik saya jangan jadi tersangka. Dijawab dengan salaman. Saya anggap ini deal," imbuh Alif Kuncoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu (dibelikan motor) ya tidak diungkit-ungkit lagi. Tapi saya sempat sebel sama Pak Gayus. Duit itu buat bayar motor nggak dibayarin. Saya juga yang bayarin. Saya juga sebel kenapa Pak Arafat memilih motor itu, motor yang saya sendiri belum punya," imbuh Alif Kuncoro.
Perjalanan motor haram itu berakhir awal Maret 2010 saat kasus Gayus Tambunan meledak ke publik. Kompol Arafat ketakutan dan mengembalikan motor itu ke Alif Kuncoro. Saat itu, menurut Alif, Arafat didampingi istrinya yang bercucur air mata takut Arafat dipenjara.
"Pak Arafat mendatangi rumah saya. Istri Pak Arafat nangis di belakang Pak Arafat. Saya iba, Pak. Istri Pak Arafat seperti istri saya, kecil berjilbab," tukas Alif.
(Ari/fay)










































