"Yang disebutkan Pak Jimly baru tahap pertama, padahal masih ada dua tahap lagi. Sehingga itu tidak benar," ujar peneliti ICW Emerson Junto usai menyerahkan hasil investigasi rekam jejak calon pimpinan KPK ke Kemenhum dan HAM, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/8/2010).
Menurut Emerson, ICW dan Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPI) sebelumnya telah melakukan investigasi ke lapangan, kroscek laporan harta kekayaan, termasuk laporan pajak para kandidat pimpinan KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Minggu (15/8), ICW mengumumkan pihaknya menemukan 28 masalah pada 7 pimpinan KPK. Ada 3 indikator dalam rekam kelayakan calon. Pertama leadership, kedua integritas dan ketiga komitmen dari para calon terhadap pemberantasan korupsi.
Emerson menyatakan, terkait dengan calon pemimpin KPK, ICW dan MAPI telah sepakat untuk tidak memilih calon yang berlatar belakang Polri dan jaksa.
"Dari calon yang ada sudah kita setorkan datanya ke Pansel. Yang pasti polisi dan jaksa kita tolak, kita melihat pada integritas," imbuhnya.
(her/nrl)











































