"Yang pertama, secara substansial ada beberapa hal yang belum terjawab. Itu tidak menjawab keresahan masyarakat," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Pram menilai krisis tabung gas sudah menjadi masalah yang sangat meresahkan masyarakat. Setiap hari korban ledakan berjatuhan, namun SBY tidak meresponnya dalam pidato tahunannya tersebut. "Ini bukan persoalan kecil," keluh Pram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kedua, masalah kerukunan beragama, walaupun disinggung secara singkat tapi tidak ada dorongan solusinya," kritik Pram.
Lebih dari itu, Pram melihat dengan pesimistis akan target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan SBY. SBY dinilai tidak realistis melihat krisis pangan yang sedang merajalela.
"Kalau melihat target pertumbuhan ekonomi 7,7 itu masih terlalu tinggi dan ini bukan tergantung Indonesia saja, tapi juga dunia. Sebenarnya 6 persen realistis," tutupnya.
(van/yid)











































