"Kami terus mengadakan komunikasi dengan pihak Malaysia apakah itu dengan Dubes kita atau pun dengan Konjen kita di Johor dan bahkan Menlu Malaysia," ujar Marty di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Menurut Menlu, pihaknya akan menyelesaikan masalah itu dengan cara persahabatan. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden SBY.
"Sesuai arahan Bapak Presiden agar diselesaikan dengan cara-cara yang baik, yang mencerminkan adanya persahabatan antara kedua negara," imbuh pria berkacamata ini.
Menlu menilai, pemerintah Malaysia juga bertekat untuk mengatasi insiden ini lebih baik.
Menlu juga menuturkan, Indonesia dan Malaysia belum memiliki kesepakatan atas batas laut. Bahkan belum ada persetujuan batas wilayah antara Indonesia, Malaysia dan Singapura.
"Tapi terlepas dari itu dengan adanya insiden ini, kita berketetapan untuk mencoba menyelesaikannya dengan baik," tutup Marty.
3 Petugas DKP yaitu Asriadi (40), Erwan (37) dan Seivo Grevo Wewengkang (26) diamankan oleh otoritas Malaysia setelah terjadi peristiwa menegangkan di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia pada Jumat 13 Agustus 2010 pukul 21.00 WIB. Tembakan terdengar. Otoritas Indonesia mengamankan 7 nelayan Malaysia.
(nik/nrl)










































