Berikut beberapa catatan detikcom terkait kemacetan yang merepotkan seluruh warga.
Kamis, 1 Oktober 2009 sekitar pukul 20.00 WIB seorang pengendara BMW seri 5 nomor polisi B 1560 VB yang terjebak kemacetan di depan Kantor Imigrasi, Jakarta Selatan memaksa masuk jalur busway. Karena tidak diizinkan petugas, pengemudi memukul petugas Bus TransJ dengan gagang pistol. Kasus ini ditangani Polda Metro Jaya dan belum terungkap hingga saat ini.
Rabu, 24 Februari 2010,sekitar pukul 07.40 WIB di daerah Buncit Indah arah Dukuh Atas bus TransJ dengan nomor badan JTM 051 dilempar batu oleh pengendara motor Yamaha Mio warna putih No Pol B 6047 UOI. Kasus ini ditangani Polres Jakarta Selatan dan belum terungkap hingga saat ini.
Selasa, 14 Oktober 2008 sekitar pukul 14.00 WIB, sebuah pengendara mobil BMW warna silver terjebak kemacetan. Lantas
sopir BMW turun dan memaki-maki pengemudi taksi yang dikira sebagai biang macet. Ahmad Sabran, warga Jagakarsa mencoba melerainya. Tapi Sabran malah ditantang berkelahi dan nyaris ditembak oleh pengendara BMW itu.
Senin, 11 Januari 2010 Menteri ESDM, Darwin Saleh terjebak macet di Jalan MH. Thamrin. Akibatnya, Darwin harus menerima sindiran pahit Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Masayuki Naoshima. Masayuki Naoshima merasa kecewa karena gagal bertemu karena Darwin yang tak kunjung tiba.
12 Februari 2006, jalan akses Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, macet total puluhan kilometer. Kemacetan itu dipicu event A1GP Indonesia yang digelar di Sirkuit Sentul. Presiden SBY akhirnya membonceng kendaraan roda dua dengan dikawal sekitar 18 kendaraan untuk mencapai lokasi.
Jumat 9 Juli 2010 sekitar pukul 13.00 di Pintu Tol Cililitan (antara Tol Jagorawi dan tol dalam kota) Hendra NS, seorang warga Cibubur, terjebak macet akibat aparat Patwal menutup jalan tol ketika Presiden akan berangkat ke Istana Merdeka dari Cikeas. Hendra sempat dimaki dan diancam akan ditembak oleh petugas.
Fakta di atas membantah pernyataan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta Fajar Pandjaitan yang menganggap kemacetan di bulan puasa sebagai suatu hal biasa. Fajar malah menilai macet karena masyarakat tidak disiplin di jalan.
Lantas, sampai kapan ini akan berakhir?
(asp/mok)











































