Investigasi dilakukan pada 3-15 Agustus 2010 lalu. Ada 3 indikator dalam rekam kelayakan calon. Pertama leadership, kedua integritas dan ketiga komitmen dari para calon terhadap pemberantasan korupsi.
"Kita mencegah lolosnya calon yang justru dapat melemahkan KPK dan membajak pemberantasan korupsi," ujar Peneliti Hukum ICW Donal Fariz saat jumpers di kantornya, Jl Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (15/8/2010).
Menurut Donal, dalam aspek leadership ada 6 temuan yang ditemukan ICW misalnya, sejumlah calon belum terbukti berhasil memimpin sebuah lembaga negara sebesar dengan eskalasi konflik yang tinggi seperti KPK.
12 temuan dalam aspek Integritas ada calon yang memiliki afiliasi politik, standar biaya hidup tinggi dan pernah menegosiasi perkara di Pengadilan Negeri terkait penundaan ekseskusi.
"Bahkan ada calon yang pernah menghentikan sejumlah kasus korupsi," ungkapnya tanpa menyebutkan nama calon tersebut.
Terakhir komitmen pemberantasan korupsi, ada 10 temuan misalnya berasal dari institusi yang belum mampu membenahi internal dari praktek mafia hukum, membantu penjatuhan vonis bebas dan pernah meminta KPK untuk menghentikan kasus korupsi.
Dari 3 indikator ini lanjut Donal, masing-masing calon memiliki problem, ada calon yang terkena 3 indikator ini, ada yang dua dan ada yang satu. "Semua kandidat punya problem," tutupnya.
(did/ayu)











































