"Kelihatan dalam mutasi ada 5 brigjen senior angkatan 1975, yang 4-6 bulan lagi pensiun, tapi dipromosikan bintang dua. Jelas ini balas budi BHD kepada orang-orangnya yang loyal," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, tanpa mau menyebut nama 5 brigjen tersebut.
Hal itu dia sampaikan kepada detikcom lewat sambungan telepon, Minggu (15/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu aneh juga, kok secepat itu. Kalau mau dicopot, kenapa dilantik sebulan lalu," kata Neta menduga pengganti Dadang adalah orang dekat BHD.
Namun demikian, hal itu dibantah oleh Kabidpenum Polri Kombes Marwoto Soeto. Menurutnya, mutasi tidak didasarkan oleh kedekatan perwira tinggi tertentu dengan Kapolri. Untuk kasus Dadang, kata Marwoto, dia diganti karena menderita sakit tertentu.
"Kalau sakit tidak mungkin megang tongkat komando," kata Marwoto tanpa menjelaskan sakit yang diderita Dadang.
(lrn/lrn)










































