Aksi rencananya akan dimulai Minggu (15/8/2010) pukul 13.00 WIB, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas agama seperti Pdt Yewangoe, Franz Magnis Suseno, dan Musdah Mulia. Seribuan orang yang hadir akan mengenakan pakaian hitam-hitam.
"Hitam-hitam mencirikan kedukaan kita semua atas kebebasan beragama di negeri ini," kata koordinator umum aksi, Pdt Erwin Marbun kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, semua umat beragama yang hadir akan membacakan pernyataan bersama dan berorasi.
"Ini menunjukkan susahnya beribadah di negeri ini. Kita akan meminta presiden menindak mereka yang melakukan kekerasan dan mengancam kebebasan beragama," kata Erwin.
Erwin menambahkan, ada pikiran di kalangan penggagas bahwa aksi akan dilakukan setiap hari Minggu di depan Istana, sampai presiden benar-benar melakukan tindakan yang nyata dalam menjamin kebebasan beragama.
"Sampai tindakan presiden sungguh-sungguh mengayomi warga negaranya," kata dia.
(lrn/lrn)











































