PAN Setuju PT Dinaikkan Jadi 10%, Tapi Bertahap

PAN Setuju PT Dinaikkan Jadi 10%, Tapi Bertahap

- detikNews
Sabtu, 14 Agu 2010 06:21 WIB
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) setuju saja parliamentary threshold (PT) dinaikkan menjadi 10 persen. Namun, demi membangun sistem demokrasi yang kokoh di Indonesia, kenaikan PT itu tidak perlu dilakukan secara langsung, melainkan bertahap.

"Kalau menurut hemat saya, kita sebaiknya membuat sistem yang disepakati itu menuju ke mana. Misalnya setiap tahun kita naikkan atau kita tambah 1 persen. Tapi nanti mentoknya 5 persen atau 10 persen dalam 20 tahun ke depan," terang Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy kepada detikcom, Jumat (13/8/2010).

Dikatakan Tjatur, setiap partai di Indonesia mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang. Kenaikan PT yang sedikit demi sedikit akan memacu partai kecil untuk menjadi besar dan partai yang sudah besar akan semakin mapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila usulan Partai Golkar dan PDIP agar PT dinaikkan menjadi 10 persen itu dilakukan sekarang, maka yang terjadi adalah pemberangusan partai-partai kecil. Ia mengingatkan bahwa berapa pun suara yang didapat partai gurem, suara itu adalah aspirasi masyarakat.

"PT itu semangatnya jangan saling membunuh, nggak boleh partai besar membunuh yang kecil dan menguasai negara. Itu bukan budaya Indonesia. Budaya Indonesia itu adalah gotong royong. Kita ini harus mencintai dan menyayangi. Jangan berpikir yang besar bisa jalan tanpa yang kecil," imbaunya.

Melalui momentum kali ini, Tjatur mengajak para pelaku politik di Indonesia untuk mengembangkan konsep demokrasi yang berbasis kepada ketulusan. Artinya, setiap partai mengakui eksistensi partai lain, yang mungkin justru memberikan kontribusi lebih baik.

"Kalau alasannya ingin membangun demokrasi yang lebih stabil maka kenaikan PT harus gradual. Demokrasi itu tidak bisa tergesa-gesa. Kita melihat demokrasi di Amerika Serikat (AS) dan Inggris itu ratusan tahun. Nah, kita baru 12 tahun, sudah sukanya main babat sendiri, main potong, main itu. Ini tidak berbudaya," cetusnya. (irw/irw)


Berita Terkait