Kunjungi Markas TNI, Panglima UNIFIL Lontarkan Pujian

Baku Tembak Israel-Libanon

Kunjungi Markas TNI, Panglima UNIFIL Lontarkan Pujian

- detikNews
Sabtu, 14 Agu 2010 05:27 WIB
Kunjungi Markas TNI, Panglima UNIFIL Lontarkan Pujian
Jakarta - Panglima United Nations Interim Force In Libanon (UNIFIL) Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas berkunjung ke Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) UN Position 7-1 Adshit Al Qusayr di Libanon. Cuevas memuji tindakan anggota TNI saat terjadinya kontak senjata antara Libanon dan Israel pada 3 Agustus lalu.

"Mayjen Asarta Cuevas menyatakan kekaguman dan kebanggaannya kepada Indobatt yang telah bertindak profesional, berani dan memegang teguh komitmen sebagai United Nations Peacekeeper dengan tanpa membedakan perlakuan langsung di lapangan terhadap pihak Israel maupun Lebanon," ujar Dansatgas Indobatt Konga XXIII-D/Unifil, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, kepada detikcom, Sabtu (14/8/2010).

Menurut Andi, Cuevas menilai kontak senjata Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) dengan Tentara Israel (IDF) waktu itu merupakan insiden paling serius yang terjadi di sepanjang perbatasan kedua negara sejak diberlakukannya Resolusi Dewan Keamanan PBB No 1701. Ia bangga dengan profesionalisme pasukan Garuda yang bertindak sebagai penengah dalam drama senjata tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Cuevas menyaksikan dokumentasi video yang menunjukkan usaha pasukan Indobatt dalam mencegah terjadinya konflik yang lebih buruk antara IDF dan LAF. Bahkan, sesaat setelah terjadinya letusan senjata pertama, prajurit TNI masih terus berupaya melerai konflik di antara kedua belah pihak.

Namun, karena faktor kepadatan tembakan dan gencarnya serangan yang dilakukan baik oleh IDF dan LAF serta aturan pelibatan (Rules Of Engagement) dan prosedur yang berlaku, 2 pasukan TNI tersebut melakukan pemunduran taktis dari tempat kejadian. Perintah mundur itu juga dilakukan oleh Komando Atas (Sektor Timur UNIFIL).

"Panglima UNIFIL menyampaikan bahwa tindakan Indobatt dalam menangani insiden tersebut merupakan cara penindakan terbaik dan patut menjadi teladan bagi seluruh jajaran UNIFIL dalam menghadapi insiden serupa di masa mendatang," sambung Andi.

Sebelumnya diberitakan, stasiun televisi Libanon Al Manar menuding mundurnya 2 personel pasukan Garuda itu karena takut menghadapi pertempuran. Al Manar menampilkan tayangan dua tentara Indonesia itu mengalami dehidrasi dan ditolong warga setempat dengan kendaraan tumpangan. (irw/irw)


Berita Terkait