"Mayjen Asarta Cuevas menyatakan kekaguman dan kebanggaannya kepada Indobatt yang telah bertindak profesional, berani dan memegang teguh komitmen sebagai United Nations Peacekeeper dengan tanpa membedakan perlakuan langsung di lapangan terhadap pihak Israel maupun Lebanon," ujar Dansatgas Indobatt Konga XXIII-D/Unifil, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, kepada detikcom, Sabtu (14/8/2010).
Menurut Andi, Cuevas menilai kontak senjata Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) dengan Tentara Israel (IDF) waktu itu merupakan insiden paling serius yang terjadi di sepanjang perbatasan kedua negara sejak diberlakukannya Resolusi Dewan Keamanan PBB No 1701. Ia bangga dengan profesionalisme pasukan Garuda yang bertindak sebagai penengah dalam drama senjata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, karena faktor kepadatan tembakan dan gencarnya serangan yang dilakukan baik oleh IDF dan LAF serta aturan pelibatan (Rules Of Engagement) dan prosedur yang berlaku, 2 pasukan TNI tersebut melakukan pemunduran taktis dari tempat kejadian. Perintah mundur itu juga dilakukan oleh Komando Atas (Sektor Timur UNIFIL).
"Panglima UNIFIL menyampaikan bahwa tindakan Indobatt dalam menangani insiden tersebut merupakan cara penindakan terbaik dan patut menjadi teladan bagi seluruh jajaran UNIFIL dalam menghadapi insiden serupa di masa mendatang," sambung Andi.
Sebelumnya diberitakan, stasiun televisi Libanon Al Manar menuding mundurnya 2 personel pasukan Garuda itu karena takut menghadapi pertempuran. Al Manar menampilkan tayangan dua tentara Indonesia itu mengalami dehidrasi dan ditolong warga setempat dengan kendaraan tumpangan. (irw/irw)










































