"Kita tidak segan-segan untuk mengamankan orang-orang yang sengaja menggunakan petasan yang bisa membahayakan masyarakat," ujar Kapolsek Cilincing, Kompol Tuhana saat dihubungi wartawan, Jumat (13/8/2010).
Tuhana mengimbau kepada para orang tua agar menasehati anak-anak mereka untuk menjauhi petasan, tawuran, dan balap liar. Untuk mengantisipasi balap liar, Polsek Cilincing, Jakarta Utara sudah menyiagakan anggotanya di sejumlah titik rawan balap liar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuhan pun meminta kepada masyarakat dan seluruh untuk menjaga kesucian bulan Ramadan dari tawuran, petasan, dan balap liar.
Sementara itu, Dewan Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Fhilys Sudianto, juga meminta polisi bekerja lebih ektra untuk mengamankan dan menjaga wilayahnya dari arena balap liar.
"Sangat meresahkan. Sebenarnya sudah ketahuan kapan mulainya dari pukul 16.00 WIB sampai buka puasa. Polisi tinggal standby saja di daerah balap liar," tuturnya.
Fhilys juga mengakui di daerahnya kerap terjadi tawuran antar pemuda yang penyebabnya bisa berasal dari mana saja.
"Biasanya terjadi di Pasar Waru. Dan jika ingin diselesaikan akan susah karena masalah penyebab tawuran seringkali tidak jelas," katanya.
(fiq/gus)










































